STUDI KASUS

Profil Philips Lighting

Koninklijke Philips Electronics N.V. (Royal Dutch Philips Electronics Ltd.), biasa dikenal sebagai Philips didirikan pada tahun 1891 ketika Anton dan Gerard Philips mendirikan Philips & Co di Eindhoven, Belanda. Perusahaan ini mulai memproduksi lampu karbon-filamen dan pada pergantian abad, telah menjadi salah satu produsen terbesar di Eropa. Dirangsang oleh revolusi industri di Eropa, laboratorium penelitian pertama Philips mulai memperkenalkan inovasi pertamanya di x-ray dan teknologi radio. Selama bertahun-tahun, daftar penemuan telah berkembang, juga banyak terobosan yang terus memperkaya kehidupan sehari-hari.

Periode
Jenis Produk
1891-1915
Dari Light Revolution menuju Product Evolution
Philips adalah salah satu produsen terbesar di Eropa yang memulai dengan membuat lampu karbon-filamen dan. Pada tahun 1914 Philips mendirikan sebuah laboratorium penelitian untuk mempelajari fenomena fisik dan kimia, serta merangsang inovasi produk.

1915-1925
Innovation and Diversification: X-rays and Radio Reception
Pada tahun 1918, Philips memperkenalkan tabung sinar-X medis. Hal ini menandai awal diversifikasi berbagai produk perusahaan dan ketika itu mulai melindungi inovasi dengan hak paten di daerah yang membentang dari radiasi X-ray untuk penerimaan radio.

1925-1940
First Televisions and Electric Shavers
Pada tahun 1925, Philips menjadi terlibat dalam percobaan pertama televisi dan pada tahun 1927, mulai memproduksi radio. Pada tahun 1932, Philips menjadi produsen radio terbesar di dunia. Setahun kemudian, Philips menghasilkan katup radio 100000000 dan mulai produksi peralatan X-ray medis di Amerika Serikat. Pada 1939, saat diluncurkan alat cukur listrik pertama, perusahaan mempekerjakan 45.000 orang di seluruh dunia.

1940-1970
Technology Breakthroughs: Introduction of Compact Audio Cassette
Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang luar biasa di tahun 1940-an dan 1950-an. Philips Research menemukan kepala putar yang menyebabkan perkembangan pencukur listrik Philishave. Perusahaan juga memberikan kontribusi besar untuk pengembangan transmisi, perekaman, dan reproduksi gambar-gambar televisi. Pada tahun 1963, ia memperkenalkan Compact Audio Cassette. Pada tahun 1965, Philips menghasilkan sirkuit terpadu pertama.

1970-1980
Continued Product Innovation for Images, Sound and Data
Aliran produk baru yang menarik dan ide-ide terus berlanjut sepanjang tahun 1970-an. Penelitian di pencahayaan memberikan kontribusi terhadap PL baru dan lampu SL hemat energi. Philips Research melakukan terobosan penting dalam penyimpanan, pemrosesan, dan transmisi gambar, suara serta data. Hal ini menyebabkan penemuan dari disk LaserVision optik, Compact Disc dan sistem telekomunikasi optik. Pada tahun 1972, perusahaan PolyGram (Philips Siemens 60% dan 40%), label rekaman musik sangat sukses.

1980 – 1990
Technological Landmark: the Compact Disc
Pada tahun 1983 Philips datang dengan teknologi: peluncuran Compact Disc. Tonggak lain termasuk produksi TV Philips 100000000 ditetapkan pada tahun 1984. Usaha diperluas pada 1980-an melalui akuisisi keprihatinan televisi GTE Sylvania dan bisnis lampu Westinghouse.

1990-2000
Changes and Successes: Introduction of DVD
1990-an adalah dekade perubahan yang signifikan untuk Philips. Perusahaan melakukan program restrukturisasi besar-besaran untuk kembali ke pijakan yang sehat, menyederhanakan struktur dan mengurangi jumlah area bisnis. Beberapa usaha terus tampil baik dan pada tahun 1995, Philips telah menjual 300 juta alat cukur listrik Philishave. Bangunan pada keberhasilan dalam teknologi Compact Disc, pada tahun 1997, Philips bekerja sama dengan Sony untuk memperkenalkan inovasi lain yang menjadi rumah produk elektronik yang paling cepat berkembang dalam sejarah: DVD.

21st Century: Philips Today
Memasuki abad ke-21, Philips terus berubah dan berkembang. Lama menyadari bahwa untuk banyak orang Philips tidak lebih dari produsen elektronik konsumen, perusahaan mulai memproyeksikan sebuah citra baru yang lebih baik tercermin pada produknya di bidang Kesehatan, Gaya Hidup dan Teknologi. Pada tahun 2004 Philips memperkenalkan janji merek yang baru “sense and simplicity”. Digarisbawahi oleh kampanye iklan yang cukup besar, perusahaan menawarkan produk-produk konsumen yang canggih, mudah digunakan dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Philips adalah perusahaan people-focused dan market-driven. Dengan memahami trend masyarakat serta kehidupan mereka sehari-hari, Philips yakin mampu memenuhi kebutuhan mereka disertai memberikan pelayanan dengan “hati”. Philips mempekerjakan pegawai sebanyak 35% adalah perempuan, memiliki lokasi manufaktur yang terbagi menjadi 100 negara yang memiliki outlet penjualan dan service serta 118 negara sebagai lokasi produksinya. Selain itu, Philips memiliki laboratorium research, yang jumlahnya masing-masing adalah: 3 inkubator, 36.000 registered trademark, 3.900 domaian names, 63.000 design rights, 50.000 patent rights, dan 7 laboratorium research yang tersebar di Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Pada tahun 2008, estimasi nilai total merek Philips meningkat sebesar 8% menjadi USD 8,3 miliar dan menduduki peringkat ke-43 merek paling berharga di tahun 2008 sebagai merek interbrand global terbaik.

Visi Philips:

In a world where complexity increasingly touches every aspect of our daily lives, we will lead in bringing “sense and simplicity” to people.
Di dunia ini, dimana kompleksitas semakin menyentuh setiap aspek kehidupan kita sehari-hari, kami akan memimpin dalam membawa “rasa dan kesederhanaan” kepada orang.

Misi Philips:

We improve the quality of people’s lives through the timely introduction of meaningful innovations.
Kami meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pengenalan inovasi yang berarti dengan tepat waktu.

Brand Promise Philips:

We promise “sense and simplicity”, yang terdiri dari 3 pilar sebagai berikut:
– Kami merancang solusi kami di seputar kebutuhan-kebutuhan orang.
– Kami menerapkan pemikiran dan teknologi maju untuk menyampaikan solusi terbaik.
– Kami memastikan solusi kami mudah untuk dilakukan.

Domain Philips:

Kami beroperasi di bidang kesehatan dan kesejahteraan. Kami mencoba untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan memfokuskan diri pada kesehatan (health) dan kesejahteraan (well-being) mereka. Cukup sederhana saja, kami ingin membantu manusia hidup secara sehat dan dipenuhi dengan semangat hidup. Melalui “health”, tidak hanya aspek medical saja, tetapi juga tetap menjaga tubuh dalam kondisi fit, menjalankan diet sehat, dan secara umum menjalankan gaya hidup sehat. Melalui “well-being”, berarti memiliki sense secara umum untuk memenuhi rasa senang, tentram, nyaman, safety, dan secure manusia ketika berada dilingkungannya-di rumah, di tempat kerja, ketika berbelanja, atau berada di jalanan. Fokus kami dalam hal kesehatan dan kesejahteraan tersebut secara otomatis berdampak pada pembangunan masyarakat berkelanjutan.

Strategi Philips

Pada bulan September 2007, Philips mengkomunikasikan visi rencana strategis 2010 untuk terus mengembangkan perusahaan dengan target profitabilitas meningkat. Sebagai bagian dari Visi 2010, struktur organisasi disederhanakan per 1 Januari 2008 dengan membentuk tiga sektor: Healthcare, Lighting dan Consumer Product. Posisi ini lebih lanjut menjadi langkah-langkah Philips sebagai market driven company dan customer-centric dengan strategi dan struktur yang sepenuhnya mencerminkan kebutuhan pelanggannya. Philips bertujuan untuk membangun merek terkemuka di bidang Kesehatan dan Kesejahteraan.

Philips Lighting adalah pemimpin global market, yang dikenal ahli dalam pengembangan, manufaktur, dan aplikasi solusi inovasi lighting. Philips Lighting telah menjadi pionir dari banyak terobosan lighting lebih dari 100 tahun yang lalu. Sektor Lighting didedikasikan untuk memperkenalkan solusi end-user-driven dan hemat energi yang inovatif serta aplikasi untuk penerangan, berdasarkan pemahaman kebutuhan pelanggan, baik dalam konteks publik maupun swasta.Misi sektor ini adalah “simply enhance life with light”.

Philips Lighting menangani serangkaian kebutuhan pencahayaan dalam lingkungan rumah, toko, kantor, sekolah, hotel, pabrik, dan rumah sakit), serta luar ruangan (tempat-tempat umum, kawasan perumahan dan arena olah raga). Selain itu juga memenuhi kebutuhan masyarakat di jalan, dengan memberikan pencahayaan yang aman dalam lalu lintas (mobil penerangan dan penerangan jalan). Philips Lighting memberikan pengalaman cahaya-terinspirasi melalui proyek-proyek kecantikan arsitektur kota. Pencahayaan kami juga digunakan untuk aplikasi khusus, termasuk hortikultura, pendinginan dan pencahayaan signage, serta pemanas, udara dan pemurnian air, dan kesehatan. Dengan teknologi pencahayaan yang baru, seperti teknologi LED, dan meningkatnya permintaan solusi energi yang efisien, Philips akan terus membentuk masa depan dengan terobosan aplikasi pencahayaan baru.

Analisis Permasalahan
Strategi Merek Philips Lighting

Philips merupakan merek global yang menawarkan produk global pula. Berdasarkan hasil studi Young & Rubicam (Y&R) seperti dikutip Warren J. Keegan (2007:83), Philips menduduki posisi ke-14 dalam hal merek global. Sebagai merek global, Philips memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Dipedomani oleh prinsip-prinsip strategi yang sama.
  • Memiliki nama, citra, dan pemosisian yang sama.

Penting bagi Philips untuk menentukan visi kreatif dan mempertahankan kesadaran merek (brand awareness). Philips Lighting berhasil menempatkan merek dan produknya dalam pikiran pelanggan sekaligus sebagai merek/produk yang berkualitas dan berteknologi canggih. Philips membangun ekuitas mereknya melalui tiga komponen berikut ini:

1) Elemen/nama merek
Untuk mengidentifikasikan dan mendiferensiasikan merek, Philips menetapkan elemen merek yang sama untuk semua sektornya, yaitu sektor Lighting, Consumer Products, maupun sektor Healthcare. Saat ini Philips memiliki elemen merek yang bersifat tangible, yang didalamnya sekaligus terkandung semboyan “sense and simplicity”. Elemen merek tersebut adalah sebagai berikut:
Semboyan “Sense and Simplicity” itu dapat membantu konsumen memahami merek dan menerjemahkan maksud program pemasaran. Semboyan tersebut menggabungkan dua kemampuan unik yang memungkinkan Philips menyampaikan janjinya meliputi “Sense” berarti memahami orang dan “Simplicity” berarti memahami integrasi teknologi dan desain produk. Philips menempatkan pemakai produknya di garis depan sebagai penentu inovasi produknya dengan memahami kebutuhan dan aspirasi mereka. Philips menggunakan segala fasilitas research terbaiknya untuk menilai dan memastikan inovasi produknya dirancang berdasarkan kebutuhan dan aspirasi orang, mudah untuk dilakukan, dan menggunakan teknologi maju.

Semboyan Philips itu ditetapkan sebagai janji merek (brand promise). Fungsinya untuk membangun nilai tambah yang diberikan pada produk maupun jasanya (ekuitas merek). Berikut ini janji merek Philips secara lengkap: Merek yang ditetapkan Philips memenuhi kriteria merek yang mudah diingat, memiliki estetika merek yang simple, mengindikasikan kategori produk, mudah untuk disesuaikan/diperbarui, serta dapat ditransfer melintasi batas geografis dan segmen pasar. Bahkan Philips mengemukakan bahwa dimanapun mereknya ditemui orang, merek Philips merupakan hal yang familiar ditemukan di jutaan rumah dan gedung di seluruh dunia. Wordmark mereknya yang terdiri dari tujuh huruf kapital berwarna biru, dapat dengan cepat dan mudah .untuk dikenali.
Selain memiliki merek yang bersifat tangible, Philips juga khususnya sektor Lighting memiliki merek intangible berupa reputasi/citra sebagai industri lighting pionir dan terkemuka. Sejak didirikan pada tahun 1891, produk pertama Philips ialah bola lampu.
We promise “sense and simplicity”

  • We design our solutions around the needs of people.
  • We apply advanced thinking and technology to deliver a better solution.
  • We ensure our solutions are easy to experience.

Kami menjanjikan “sense and simplicity”, yang terdiri dari 3 pilar sebagai berikut:
– Kami merancang solusi kami di seputar kebutuhan-kebutuhan orang.
– Kami menerapkan pemikiran dan teknologi maju untuk menyampaikan solusi terbaik.
– Kami memastikan solusi kami mudah untuk dilakukan.

1) Kegiatan pemasaran holistik
Untuk membangun ekuitas dan identitas merek, Philips Lighting melakukan kontak merek (brand contact), diantaranya melalui kegiatan-kegiatan berikut ini:
Sponsorship
Philips Lighting mensponsori Fergie, seorang penyanyi yang memenangkan Billboard Music Awards pada tanggal 22 Mei 2011 yang diselenggarakan di Las Vegas, USA. Bekerjasama dengan seorang stylist dan costume designer, Philips Lighting merancang gaun Fergie yang memiliki gabungan estetika antara fashion, musik, lighting, dan teknologi. Gaun itu mencerminkan bagaimana lighting terintegrasi dengan bahan pakaian dan bekerja dalam hentakan musik. Pihak Philips mengatakan bahwa bagi mereka, menciptakan gaun tersebut bukan hanya sekedar untuk nilai estetikanya saja, melainkan untuk memberikan pengalaman dan dampak terhadap viewer, yaitu meningkatkan performa artis melalui aplikasi lighting. Aktivitas sponsorship ini mencerminkan Philips Lighting mampu mewujudkan brand promise-nya.

Komunitas
Philips Lighting membentuk komunitas secara online melalui alamat webnya https://community.lighting.philips.com. Didalamnya terdapat forum diskusi yang membahas berkaitan dengan topik lighting. Selain itu terdapat informasi event, termasuk event pameran yang diselenggarakan Philips Lighting.

Laporan tahunan dan katalog
Katalog produk maupun laporan mengenai aktivitas Philips, termasuk sektor Lighting setiap tahunnya, dipublikasikan melalui web-nya.

Pemasaran yang bertujuan sosial
Melakukan roadshow ke sejumlah 15 kota di 9 negara, mulai dari kota Kairo hingga Cape Town yang dimulai pada bulan Mei sampai dengan Juli 2010. Roadshow tersebut mendemonstrasikan produk solar-powered LED lighting dapat meningkatkan kualitas hidup bagi jutaan orang Afrika. Melalui talkshow tersebut, Philips melakukan diskusi dengan pihak media, stakeholder, industri, LSM, dan beberapa pembuat keputusan kunci di pihak pemerintah setempat.

Aktivitas humas
Philips melakukan beberapa aktivitas humas, diantaranya menerbitkan press release mengenai program-program pemasaran produknya.

2) Mengangkat asosiasi sekunder
Philips Lighting berhasil membangun ekuitas dengan cara menghubungkan merek dengan entitas lain, diantaranya melalui sponsorship merancang gaun Fergie untuk dipergunakan dalam acara dalam Billboard Music Awards maupun melakukan road show ke beberapa kota di beberapa negara, seperti telah disebutkan di atas-berarti Philips Lighting berhasil menghubungkan merek ke dalam ingatan para fansnya Fergie atau viewer yang menyaksikan acara Billboard Music Awards itu, juga kepada pihak-pihak yang dilibatkan dalam forum diskusi ketika melakukan roadshow tersebut.

Selama perjalanan usahanya, Philips melakukan revitalisasi merek beberapa kali sebagai berikut: Merupakan lambang yang dibentuk oleh huruf-huruf awal Philips & Co, dan satu lagi kata Philips tercetak pada kaca lampu filamen logam. Salah satu kampanye pertama diluncurkan pada tahun 1898 ketika Anton Philips menggunakan berbagai kartu pos yang menunjukkan kostum nasional Belanda sebagai alat pemasaran. Setiap huruf dari kata Philips dicetak dalam deretan bola lampu pada bagian atas setiap kartu. Lambang ini merupakan bentuk identitas Philips & Co yang didirikan pada tahun 1891 untuk memenuhi permintaan bola lampu mengikuti komersialisasi listrik pada waktu itu.

Pada tahun 1926, lambang Philips terdiri dari simbol gelombang dan bintang yang dikemas dalam katup miniwatt radio. Simbol gelombang tersebut melambangkan gelombang radio, sementara bintang-bintang mewakili eter dari langit malam melalui gelombang radio yang akan melakukan perjalanan.
Untuk membangun konsistensi Philips sebagai perusahaan global, maka pada tahun 1995 Philips memperkenalkan kampanye global pertamanya di tahun 1995 dengan tagline “Let’s make things better”. Tema ini dikemas dalam kata “One Philips” berarti satu pemikiran, serta telah diperpanjang secara global di seluruh pasar dan pada semua produk Philips. Ini juga merupakan kampanye pertama yang membawa perusahaan secara bersama-sama, memberikan karyawan rasa memiliki dan memberikan tampilan perusahaan terpadu untuk pihak-pihak di luar perusahaan.

Pada bulan September 2004, Philips meluncurkan janji merek “sense and simplicity”, yang mencerminkan komitmen Philips menjadi perusahaan yang berorientasi pasar yang menyediakan produk dan jasa yang memenuhi janji dirancang di sekitar pelanggan, mudah dilakukan, dan berteknologi maju.

Dalam memberikan nama merek, Philips menetapkan strategi nama korporat perusahaan (nama keluarga selimut), termasuk juga diberlakukan pada produk Philips Lighting. Selain itu, strategi penetapan merek lainnya yang dilakukan Philips Lighting adalah sebagai berikut:
1) Portofolio merek
Pada tanggal 22 Oktober 2009, Philips Lighting membuat portofolio paten untuk sistem kontrol LED dan tersedia melalui program lisensi kepada pihak ketiga dalam rangka mendorong pertumbuhan industri.
2) Perluasan merek (brand extension)
Pada tanggal 11 Mei 2010, Philips Lightolier mengumumkan bahwa Uniglo menjadi perluasan merek Philips Lightolier Safety Lighting Systems di Kanada, yang akan terus menyediakan produk pencahayaan darurat arsitektur, komersial, dan industri, serta tanda-tanda keluar untuk memenuhi kebutuhan hidup keselamatan.
Merek merupakan salah satu aset strategik yang paling berharga. Konsekuensinya, kelanggengan merek sangat esensial bagi keberlangsungan perusahaan. Kelanggengan (longevity) terkait erat dengan ukuran-ukuran kinerja lainnya, seperti profitabilitas dan pangsa pasar. Prosentase Sales Growth Philips Lighting pada tahun 2006 s.d. 2010 berturut-turut adalah 8.8; 6.5; 3.1; 12.6; dan 8.7. Dalam Annual Report Philips tahun 2010, dikatakan bahwa market share Philips tetap stabil. Philips memimpin market share sejumlah 45% dari bisnisnya dalam emerging market dan 32% dalam mature market. Berkaitan dengan pangsa pasar, Philips Lighting berhasil mempertahankan pangsa pasarnya di posisi nomor satu dalam pemasaran produk lampu beserta pendukungnya, diantaranya di negara Tahiland.

Strategi Produk Philips Lighting

Sebagai sektor perusahaan yang menduduki posisi nomor 1 untuk pasar lighting di dunia, produk Philips Lighting menawarkan berbagai manfaat dan keunggulan. Produk Philips Lighting dapat ditemukan di seluruh dunia, tidak hanya hampir di seluruh sudut rumah, tetapi juga dalam hampir seluruh aplikasi profesional, misalnya 30 persen dari bangunan-bangunan komersial seperti gedung perkantoran, rumah sakit, dan bangunan-bangunan yang telah menjadi identitas suatu kota/negara. Kemudian sejumlah 65 persen pada bandara-bandara top dunia, 35 persen mobil, dan 55 persen stadion sepakbola utama dunia seperti, 7 dari 10 stadion yang digunakan pada piala dunia sepakbola 2002 di Jepang/Korea dan 8 dari 12 stadion yang digunakan pada piala dunia sepak bola 2006 di Jerman, serta pada event-event dunia lainnya. Adapun manfaat dan keunggulan produk Philips Lighting adalah sebagai berikut:

  • Memiliki kepemimpinan dalam berinovasi.
  • Memiliki pendekatan sistematis untuk menemukan peluang pasar baru.
  • Memiliki kualitas terbaik.
  • Memenuhi standar keselamatan internasional.
  • Memiliki desain yang modern dan kontemporer yang cantik.
  • Hemat energi.

Philips Lighting bukan hanya menawarkan manfaat inti produknya (yaitu berfungsi untuk pencahayaan), melainkan menawarkan manfaat lainnya, yakni untuk gaya hidup dan fashion. Produk Philips Lighting diklasifikasikan berdasarkan ketahanan dan keberwujudannya sebagai barang tahan lama. Sedangkan berdasarkan klasifikasi barang konsumen, produk Philips Lighting termasuk ke dalam barang sehari-hari.

Philips Lighting telah menjadi pionir dari banyak terobosan lighting lebih dari 100 tahun yang lalu. Untuk indoor, sektor ini menawarkan solusi lighting secara khusus untuk rumah, toko, sekolah, hotel, pabrik, dan rumah sakit. Sedangkan untuk outdoor, sektor ini menyediakan lighting tempat-tempat umum, area residensial, dan arena olahraga. Sektor ini juga membantu jalanan lebih aman melalui traffic dan keperluan sarana jalan lainnya, seperti lampu-lampu mobil dan lampu-lampu di sepanjang jalan. Selain itu, sektor ini juga ditujukan untuk pengalaman-pengalaman yang terinspirasi oleh lampu/cahaya melalui proyek arsitektur. Berikut ini beberapa tempat terkenal yang diterangi oleh Philips Lighting di Asia Pasifik:

  • Jembatan ANZAC di Australia
  • Jembatan Nanpu di Cina
  • Medan Times Shanghai di Cina
  • Jalan Raya Yan’an Shanghai di Cina
  • Menara Pengawas Bandara Chek Lap Kok di Hong Kong
  • Jembatan Tsing Ma di Hong Kong, Kereta Api Transit Massa (MTR) di Hong Kong
  • Jembatan Sungai Dinding di Malaysia
  • Istana Maharaja di Coach Behar di India
  • Studio Film di India
  • Arena Balap Kranji di Singapura
  • Revenue House (Wisma Pendapatan) di Singapura
  • Patung Raja Rama V dan Istana Dusit di Thailand
  • Istana Kerajaan di Thailand.

Philips Lighting menawarkan aplikasi yang spesifik untuk lighting dalam area yang khusus pula, seperti hortikultura dan lampu refrigator, sebaik pemanas air, penyaring udara dan air, serta pelayanan kesehatan. Sektor ini memperpanjang seluruh value chain, mulai dari sumber pencahayaan, elektronik, dan pengendalinya, hingga solusi dan aplikasi penuh melalui aktivitas bisnis berikut ini:
1. Lamps
– Incandescent
– Halogen
– (Compact) fluorescent
– High-intensity discharge
Lamps
2. Consumer Luminaires
– Functional
– Decorative
– Lifestyle
– Scene-setting
3. Professional Luminaires
– City beautification
– Road lighting
– Sports lighting
– Office lighting
– Shop/hospitality lighting
– Industry lighting
4. Lighting Systems & Controls
– Electronic and electromagnetic gear
– Controls
– Modules and drivers
5. Automotive Lighting
– Car headlights
– Car signaling
– Interior
7. Packaged LEDs
8. LED Solutions
Luminaires
Lighting Control
Electronic Control Gear
– Modules
– LED replacement lamps
Philips merupakan industri elektronik yang didirikan tahun 1891. Sebagai salah satu sektor Philips, Philips Lighting merupakan perusahaan terkemuka di dunia dalam high-power LEDs serta pionir dalam penggunaan LED lighting solution.
Sebagai pemimpin pasar, Philips Lighting memimpin setiap segmen produknya di beberapa negara sebagai berikut:
– Lamps: Nomor 1 di Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik.
– Consumer Luminaires: Nomor 1 di Eropa.
– Professional Luminaires: Nomor 1 di Eropa dan Asia Pasifik.
– Lighting Electronics: Nomor 1 di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Asia Pasifik.
– Automotive: Nomor 1 di Eropa, Amerika Latin, Jepang, dan Asia Pasifik.
– Special L. Applications: Nomor 1 di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Jepang, dan Asia Pasifik.
– LED Components: Nomor 2 atau nomor 3 di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Jepang, dan Asia Pasifik.

Berikut ini multiple stakeholders along value chain dari sektor Philips Lighting:

  • Raw materials/electrical components
  • Philips professional luminaires
  • Sales representative
  • Wholesaler
  • Contractor
  • Architect/Designer Specifier
  • Building/Project owner

Growth Engines
-Acquisition
-Green Value Propositions
-Innovative Solutions
-LED/SSL Revolution
-Emerging Markets
Segment Leadership
Business Models
Brand Franchise
Intelectual Property
Tellis dan Golder (Fandy Tjiptono, 2008:407) mengemukakan lima determinan yang menentukan kepemimpinan pasar sebagai berikut:
a. Visi mengenai pasar keseluruhan.
Philips Lighting memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi: “We lead by setting the pace of the lighting industry” dan Misi: “We understand people and improve the quality of their lives with lighting”.
b. Persistensi/keuletan manajerial, menyangkut komitmen utuh pada merek dan pasarnya.
c. Komitmen finansial, terutama berkaitan dengan akses ke sumber daya atau institusi finansial serta keinginan untuk memanfaatkan sumber daya finansial yang tersedia.
Philips Lighting memiliki komitmen finansial tahun 2010 sebagai berikut:

  • Comparable annual average growth sejumlah 6% untuk tahun 2008-2010.
  • EBITA sejumlah 12%-14%.
  • Fokus aplikasi: 2/3.
  • R&D as % of sales: >4%.

d. Inovasi berkesinambungan tanpa kompromi, seiring dengan terjadinya perubahan preferensi konsumen, perkembangan teknologi dan intensitas persaingan. Philips Lighting memiliki pesaing, diantaranya Osram selaku pesaing utamanya, Shinyoku, dan Luxram. Philips Lighting melakukan inovasi terhadap produk ataupun jasanya secara terstruktur dengan baik dan disiplin. Philips Lighting menawarkan inovasi yang lebih cepat dan
lebih baik dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Solusi efisiensi energi yang tinggi.
  • Aplikasi New Solid State Lighting.
  • Perpaduan antara seni dan science, fungsi dan fashion.

e. Asset leverage, yaitu kemampuan memanfaatkan dan memperluas keunggulan yang sudah ada. Philips mengambil langkah lain dalam memanfaatkan lebih lanjut baru-baru ini mengakuisisi konsumen bisnis luminer dengan memperkenalkan berbagai konsumen luminair hemat energi Ecomoods di Eropa dan Asia. Melihat peluang market lighting yang ditemukan Philips Lighting secara signifikan, membuat sektor ini mengembangkan produknya sebagai berikut:

  • Dari conventional light source menuju solid state lighting.
  • Dari komponen dan produk menjadi berfokus pada aplikasi dan solusi.
  • Dari incandescent bulbs menjadi energy efficient lighting.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: